Waiting For You * Remember Rain With You*Ada Cerita di Balik Hujan

Pages

Tampilkan postingan dengan label " Puisiku ". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label " Puisiku ". Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2012

Bunga Terakhir

 
Semua terasa semu dirasakan kala waktu itu datang secara tiba-tiba
Tak ada satupun tubuh ini dapat menggambarkan keadaan itu
Hanya terdiam membisu seribu bahasa
Layak bintang yang terpajang dalam pigora langit malam

Kenyataan ini sulit dengan sekejap menyesuaikan dalam palung jiwa
Kepahitan tentang kisah yang sebentar lagi hanya bisa terkenang
Dengan tetesan embun suci dari kedua belah bolam mata ini
Di sertai daun bibir tersenyum membujug setengah merayu

Kepergianmu kala itu hany bisa disaksikan dengan setangkai bunga
Harum khas semerbaknya melambangkan kepedihan yang teramat
Dengan berjalanya waktu kelopaknya mengering dan daunya mulai terutai berguguran
Berjatuhan dan melayang terbawa hembusan angin

Memang engkaulah yang pertama menjadi bintang dalam hidupku
Dan sekarang berakhir lewat bunga ini
Semerbak harumnya kan terjaga selamanya dalam hati dan fikiranku
Selamat tinggal kasih bunga terakhir sebagai satu kenangan yang terindah

Melayank Terbank Anganku

Saat ku membuka wawasan dalam lembar baru
Ku menyongsong hamparan semburat mega merah rona
Dan ku coba melangkahkan kaki-kaki kecilku dan melas jauh ke depan
Melintasi sejuta lembayung cerita akan misteri kehidupan

Seperti kupu-kupu aku melesat terbang tinggi ke angkasa
Sayap-sayapku enggan menolak hembusan angin terbawa
Dan ku lapangkan resah jiwa selama perantauan
Membelalakan mata dengan senyuman layak senja kala menyapa

Ada damai yang terasa merasuk menghapuskan lelah jiwa
Sembari terus tersenyum di tengah terpaan badai melajang
Seakan sayap-sayap kecilku tak terbata melayang
Seindah apapun kehidupan akan duniawi saat ini

Dan seindah apapun fikiran kita berandai tinggi
Di sana angin kencang siap terjaga untuk menerjang kapan saja
Dan bersiaplah berlari dan berlari
Menuju bintank yang kau rindukan.

Sabtu, 11 Februari 2012

Purnama Berhamburan

Selaras kabut malam menyelimuti sank insan sunyi
Sepenggal cerita kenangan kan tertinggal dalam detik waktu
Saat itu pula hembusan nafas yang lemah namun penuh ketegaran berbisik
Menengadah dalam cerahnya senyuman purnama malam itu

Ku tatapkan wajah dalam luasnya samudra langit terbentank
Sejauh mana mata terpandank sinarnya tetap kekal menghambur
Memberikan lukisan-lukisan kecil rona mega mendunk
Terbentank mosaik dalam pigora kehidupan

Saat tinta hitam mulai menggoreskan alur
Akankah semua kan terhenti begitu saja sampai disini
Menutup hati dalam keangkaran murka
Tidak....tidak..

Mampukah aku menantank smua ini
Berdiri dan mulai berlari melangkahkan kaki menjauh
Kan lawan..kan kutentank
Harapan putih, seputih selembar kertas yang kosonk

Lihatlah...
Peradaban baru akan ku raih di genggaman ini
Kan kutulis  cerita singkat tentankku
Bahwa aku manusia sejati

Selasa, 20 Desember 2011

Kado Terindah Untukmu Ibu

 Saat malam datang  dan menyembunyikan sinar sang mentari
sinar rembulan  kelip beribu senyuman bintank
Dipelamunan pikiranku membahana luas dalam petangnya angkara
Tentang arti kata seorang Ibu
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan setiap
Dan ibuku merupakansebutan yang teindah
Kata yang semerbakpenuh cinta an impian
Manis syahdu dari kedalaman jiwa
 Ku tak terbayang  betapa beratnya sembilan bualan
Demi penantian seorang nama yang kau idamkan ibu
Aku mengeti pngorbanan mu takkan bisa terbayarkan dengan apapun
Butir-buti cinta air mataku teringat akan semua yang kau lakukan untukku
Namun Dengan Cinta dan kasih sayang yang bersahaja kan kembangkan senyumanmu
Kata-kata indah mengalir dalam indung do’aku sebagai kado teridah
Dengan sejuta harapan dan impian kan ku bangun dalam jiwamu
Dan ku bawa semuanya terbang seperti kupu-kupu bebas menjelajah
Dan ingatlah wahai ibuku kan ku buat kau takkan pernah menyesal memilikiku
Mom you are my precious stone

Minggu, 18 Desember 2011

Aku kan Tetap Bersamamu

Mungkin saat ku di tertawakan oleh waktu
Yang bersenandung mengucap beribu kata penyesalan
Seolah membuat angan serta mimpiku terus menghilang
Dan Mempercayai inilah kenyataanya

Namun....
Keiklasan dalam mengartikan perasaan ini
Yang mampu trus menjaga dan merawat isi lubuk ini
Membisikan kata-kata yang indah terpancar

Bahkan ku percaya dekadepun takan bisa menggenggam anganku
Karna aku terus berangan dalam mimpi terindah ini
Dan menyeka tetesan air embun
Dalam telaga sunyi di hati

Dan yakin terur berharap
Layaknya ku dapat menggenggam fata morgana
Dan menaruhnya dalam pangkuan
Hati dan Fikiran, Aku ada di hatimu