Waiting For You * Remember Rain With You*Ada Cerita di Balik Hujan

Pages

Tampilkan postingan dengan label Membangun Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Membangun Jiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

Ketika ku Bersujud

Ya Allah engakaulah rahmat sekalian alam. Hendanya engkau terus mengingatkan hamba MU yang kecil ini dalam kehidupan. Hamba menyadari sekian lama hamba mengabdi di dunia hanya kesalahan yang hamba lakukan, tanpa sesekali mengingat akan karunia MU, hamba selalu lupa akan bersyukur akan nikmat yang engkau berikan, tatkalah tangan ini menengadah ke atas menyebut namaMU pantaskah hati ini masih kotor terjelma seribu kenistaan. Seperti hamba tak pernah pantas untuk mendengar tentang keindahan syurga MU. YA Tuhan "ANDAIKAN SEMUA ORANG MENGHARGAI PERBEDAAN, PASTI DUINIA KAN TERASA INDAH" aku kan mencoba dengan sisia umur karunia MU kan berusaha lebih baik dan lebih baik dari sebelumnya. MAka ampunilah dosaku atas noda yang telah menghitapkan kertas putih ini.

Jumat, 07 Desember 2012

Tak Menangis Saat Mengalah

Mungkin terlalu banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa kepada tuhanagar mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta tuhan untuk menjadikan kita nomer satu, menjadi yang terbaik, menjadi setiap pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa kepada tuhan untuk menghalausetiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Sesungguhnya, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya,tuntunan-Nya, dan panduan-Nya kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwakita kuat. Kita sering lupa dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini, tak adakah semangat juang yang ingin kita lalui...? kita harus yakin, Tuhan memberikan ujian kita yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng, dan mudah menyerah. Jadi, berdo'alah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdo'alah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi ujian tersebut.

Selasa, 27 November 2012

Sebuah Pena

Sebuah Pena memang, Namun bukankan ada nasehat mengatakan, dari hal kecil raihlah hal yang besar. Sebuah Pena, kecil.... namun kan menjadi hal yang besar. Dengannya aku beranda menuliskan semua kata-kata yang istimewa. Denganya kau berkisah dengan ribuan kata. Menuliskan setiap kejadian di kehidupan ini. Sebuah pena, hal ini mudah diberikan, namu tahukah di balik sebuah pena, Pena bisa untuk menulis, menggambar dan banyak hal tergantung siapa pemakainya. Sebuah pena, hanya sang pena yang bisa mengertiku, dalam keadaan yang taktak mungkin dimengerti orang lain hanya dia yang mengerti dengan pasti menuliskan butiran-butiran kata yang mewakili segenap perasaan. Dengan pena, aku bebas..... terbang berandai dengan kata dan berapresiasi perasaan tentang kenyataan.

Rabu, 08 Agustus 2012

Bangkit

Sedikit Motivasi untuk Bangkit. Posted on Maret 2, 2010 Kehidupan tak pernah ada habisnya untuk diungkapkan, menjadi manusia yang hidup selalu menghadirkan berpasang-pasang kejadian. Ada duka juga ada bahagia, kadang merana esok mungkin tertawa, bukan karena roda berputar tetapi memang sejatinya kehidupan adalah pasangan. Pasangan karena setiap yang Ia takdirkan adalah sebuh ujian, dan setalah ujian selalu ada kemenangan. Seperti halnya setiap kesusahan selalu diakhiri dengan kemudahan, begitu juga setiap penderitaan pasti akan diakhiri dengan sebuah kebahagiaan. Tak perlu jauh mengambil contoh, kehidupan sehari-hari kita pun selalu dibarengi dengan kejadian yang menunjukkan berpasang-pasangan. Musim kemarau pasti akan dibalas dengan musim hujan, begitu juga terik mentari akan berganti dengan teduh sinar rembulan. Lebih jauh kita melangkah, bahwa setiap kesulitan percaya atau tidak akan selalu diselingi kemudahan. Pun dengan setiap kesusahan yang mendera setiap detak kehidupan akan berganti dengan kebahagiaan yang tak kau kira. Percayalah!! Karena Tuhan tidak pernnah membebani kalian dengan beban yang tidak mampu kita emban, maka jangan pernah merasa Tuhan tidak adil dalam memberi ujian. Cobalah untuk selalu berfikir positif disetiap kejadian yang Tuhan berikan. Yakini itu yang terbaik untuk kita esok dan hari selanjutnya. Maka dengarkan Sedikit nasehatku, karena manusia yang tidak merugi adalah yang saling menasehati dalam kesabaran dan kebaikan. Dengarkan selalukata hati anda dalam setiap langkah. Jangan ikuti jika kamu ragu. Percayalah, tak ada hulu yang tak berhilir dan Tiada ujian yang tak berakhir.

3 Golongan Manusia

Ayyub Ibnu Qoryah berkata, "Manusia terbagi dari 3 golongan : 1.Orang yang berakal a. Yang berakal menjadikan agama sebagai syariatnya. b. Sabar dan tenang adalah tabiatnya. c. Pandangan dan pikiran sehat menjadi pedomannya. d. Apabila ditanya maka akan menjawab dengan baik. e. Kalau berbicara selalu tepat. f. Kalau mendengarkan uraian ilmu maka ditekuninya. g. Dan kalau bercerita, ia mengambil dari sumber riwayat. 2. Orang yang dungu a. Kalau berbicara mengecewakan orang. b. Kalau bercerita menakut-nakuti. c. Dan kalau mengemukakan pendapat maka pendapatnya tidak berbobot. 3. Orang yang durhaka (perusak) a. Apabila kamu amati dia maka dia berkhianat. b. Bila kamu ajak bicara maka ia akan memburuk-burukanmu. c. Kalau kamu menolongnya dia tidak memelihara kebaikanmu dan tidak mampu menyimpan rahasiamu. d. Kalau kamu belajar ia tidak mau mengambil pelajaran dan hikmahnya. e. Kalau berbicara ia tidak mau mengerti. f. Dan kalau dibimbing agama ia tidak mau memahaminya.

Senin, 11 Juni 2012

Mencapai potensi hidup yang maksimal


Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri. Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru. Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal : * Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi. Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih. Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu, meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap aspek kehidupanmu. * Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda. Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri * Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu. Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu. Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran. * Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi... Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini. Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang. * Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam. * Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri. Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita, Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain. * Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu, sekarang juga !