Di Sini Fikiranku Beraksi Mengembara ke dalam sebuah tujuan yang membawaku ke dalam mimpi-mimpi yang cukup indah Dan di sinilah ku mulai Awal penuh mimpi yang sempurna " I AM BELIEVE "
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 April 2014
Bersujud di Kalam MU
Seperti ara hidup dalam lelah.
, Alangkah sang muliah berbaik memperpanjang tinta kehidupan.
, Menjadikan takdir alasan terbaik untuk beradab.
, Jika sang Khaliq mengukir kata dalam Arsy-NYA
, Lewat butiran ayat tersanjuang kitab sucinya.
, Maka aku sang hamba.
, Kan melekatkan kepercayaan sebagai satu dan selamaya.
, Dalam berhembus dan dalam tertatih.
, Berikhtiar dunia bukanlah segalanya.
, Ku pinta atas nama yang Agung dan yang Suci
, Rengkulah iman ku dalam suci
, Peluklah jiwaku dalam Arsy-MU
, Dan Ijinkan Hamba-MU nanti.
, Sempat bertutur Nama terindah-MU .
, Jika mata tak sanggup melihat lagi.
, Dan tatkalah fikiran tak jelas adanya lagi
, Serta kaki yang tak bisa bergerak selangkah lagi.
, Selama nafas detik terakhir berhembus.
, Senja kan berakhir dengan nama-MU di hatiku.... Selamanya.
Selasa, 01 April 2014
Kaleng Asaku
Tetap ku temui bahagiaku di sini
Ternantikan sebuah harapan menjadi lebih baik
Tak asa ketika pedih mendera
Bertahan adalah hal yang wajib terlampaui
Kaleng bekas, mainan tangan terlatih
Terbuat sesuap nasi darinya ku bubuhkan
Dengan roda karet yang siap menerjang mimpiku kelak
Suara yang khas terdengar menari perhatian
Harapan baru datang tatkalah semua kaleng terjual
Tak kuasa terlihat sang bunda memeras asa
Aliran sungai bak sahabat setiap hari ia bekerja
Butiran kecil hitam nan berharga, pasir legam untuk rupiah
Tuhan berikan yang terbaik

Balon-Balon
Kini tak ada harapan akan me menyambut esok menjelang
Kehidupan semata bertahan semata-mata rupiah
Andaikan lankah ini terkulai letih
Kemanakah kan terbawa hari esok terlampaui
Kasih kini jauh terpandang pergi
Sang buah hati terisak mengeluhkan diri
Hanya balon-balon ini sebagai menghibur
Kala mereka tetesakan air mata
Hanya balon-balon ini sebagai penyambung nyawa
Kala berjuang menukarkanya dengan lembar rupiah
Tuhanadakah belas kasihmu di dunia
Ku kan tetap bersyukur mendera bahtera dunia.
Kehidupan semata bertahan semata-mata rupiah
Andaikan lankah ini terkulai letih
Kemanakah kan terbawa hari esok terlampaui
Kasih kini jauh terpandang pergi
Sang buah hati terisak mengeluhkan diri
Hanya balon-balon ini sebagai menghibur
Kala mereka tetesakan air mata
Hanya balon-balon ini sebagai penyambung nyawa
Kala berjuang menukarkanya dengan lembar rupiah
Tuhanadakah belas kasihmu di dunia
Ku kan tetap bersyukur mendera bahtera dunia.
Minggu, 02 Februari 2014
Aku Ingin Pulang
Tuhan teruntai ribuan keluh dan kesahku tersampaikan, kasih takan dengar sejenak perasaan tanpa harapan. Tatkala senja menutup hari, sekian dalam rindu dan angan takan pernah terjadi, sosok rupawan yang hanya sebagai pujaan dalam mimpi, ataukah bidadari surga yang turun dalam setitik harapan. Akankah dalam jelang mata tertutup nanti, jiwa rapuh kan tersandar dalam pundak terkasih, sebagai pandangan terakhir dalam sehela nafas. Entah khayal dan mimpi apakah yang membuat raga tak terbangun kini, menyadari semua takan pernah terjadi, bahkan terenggan sejenak menyapa pada kenangan masa lampau. Hingga saat ini aku ketahui, diri ini merindukan dan ingin sekali rasanya pulang ke rumah MU........
Selasa, 12 Maret 2013
Di Sini Mimpi Ku
Saat ku membuka wawasan dalam lembar baru
Ku menyongsong hamparan semburat mega merah rona
Dan ku coba melangkahkan kaki-kaki kecilku dan melas jauh ke depan
Melintasi sejuta lembayung cerita akan misteri kehidupan
Seperti kupu-kupu aku melesat terbang tinggi ke angkasa
Sayap-sayapku enggan menolak hembusan angin terbawa
Dan ku lapangkan resah jiwa selama perantauan
Membelalakan mata dengan senyuman layak senja kala menyapa
Ada damai yang terasa merasuk menghapuskan lelah jiwa
Sembari terus tersenyum di tengah terpaan badai melajang
Seakan sayap-sayap kecilku tak terbata melayang
Seindah apapun kehidupan akan duniawi saat ini
Dan seindah apapun fikiran kita berandai tinggi
Di sana angin kencang siap terjaga untuk menerjang kapan saja
Dan bersiaplah berlari dan berlari
Menuju bintank yang kau rindukan.

Jumat, 18 Januari 2013
Kupu-Kupu Kertas
Terbang kini...... jauh sudah harapan....Tetempa hangus kusut tak bernada....Apakah kini ia merayap sepi....Untuk kehidupan yang tak kekal.....Jika esok senja tak tiba......Apakah lara masih gundah menahan.....Dalam kebisingan semat ia tertekan........Tak dapat ia pungkiri kenyataaan ini....... Seberapa hida ia di telan bumi......Kadndas cinta akn seseorang dalam mimpi.....Seperti bunga yang mengering dalam kemarau........Apakah ada padanya sang terkasih.....Yang menguatkan diri dalam perantauan......Bahkan senyuman pun tak dapat merap dan tertumpu di bibirnya.....Seolah semua telah sirna...... Dalam hati dan juga mimpi....
Sabtu, 25 Agustus 2012
Bunga Terakhir
Semua terasa semu dirasakan kala waktu itu datang secara tiba-tiba
Tak ada satupun tubuh ini dapat menggambarkan keadaan itu
Hanya terdiam membisu seribu bahasa
Layak bintang yang terpajang dalam pigora langit malam
Kenyataan ini sulit dengan sekejap menyesuaikan dalam palung jiwa
Kepahitan tentang kisah yang sebentar lagi hanya bisa terkenang
Dengan tetesan embun suci dari kedua belah bolam mata ini
Di sertai daun bibir tersenyum membujug setengah merayu
Kepergianmu kala itu hany bisa disaksikan dengan setangkai bunga
Harum khas semerbaknya melambangkan kepedihan yang teramat
Dengan berjalanya waktu kelopaknya mengering dan daunya mulai terutai berguguran
Berjatuhan dan melayang terbawa hembusan angin
Memang engkaulah yang pertama menjadi bintang dalam hidupku
Dan sekarang berakhir lewat bunga ini
Semerbak harumnya kan terjaga selamanya dalam hati dan fikiranku
Selamat tinggal kasih, bunga terakhir sebagai satu kenangan yang terindah
Senin, 11 Juni 2012
Move ON
BIRU LEMBAYUNG SENJA
Biru adalah terang
Kecerahan akan fikiran dan tinta hitam
Namun apa jadinya tetesan tinta menelungkup dalam air
Semua itu terjadi karna diri kita
Lembayung akan corak warna
Inilah insan kita semua dalam hidup
Tak semua sama dan saling melangkah mundur
Jikalau bersama itu lebih indah
Rekah senja merah merona
Penatnya akan sebuah masa hidup ini
Akankah goyah nuranimu sampai di langkah ini
Tunjukan merahnya dalam hatimu
Dan bangkit dari dalam lubang kecil
Yang tengah membatasi ruang lingkup ekspresimu
Terbanglah bebas menyentuh awan
Layak kupu-kupu indah terbang tanpa henti
SENYUMAN DI TENGAH GELISAH
Dalam kesunyian sepi itu
Berangankan fikiranku terbang melayang
Betapa cobaan akan jiwa ini cukup berat
Dan terasa begitu menyakitkan
Begitu banyak yang terlarut
Menjalani sebuah kehidupan ini begitu resah
Memeras asa akan angan belaka
Namun inilah hidup ini
Hem....tapi
Semua terhapus seketika dan sirna sudah
Ketika hati ini luluh dengan senyuman
Dengan ketulusan cinta dan kasih
Begitu sebaliknya semua terungkap
Seolah semua terbalikdi sini
Kehidupan yang seolah penuh luka duka
Kini penuh dengan cinta karna sebuah senyuman
BUTIRAN EMBUN BERSAHAJA
Saat sang fajar menjemput rona mentari
Kupalingkan wajahku menuju rimbunan dedaunan
Butiran-butiran embun yang senntiasa menetes
Menyejukkan setiap jiwa-jiwa yang kesunyian
Aku telah beranggapan dengannya
Sesulit apapun liku kehidupan ini menjerat
Semua belenggu masalah dalam asa ini
Ku yakin dapat terhapuskan dengan mudah
Seperti tetesan embun bersahaja
Turun teruntai membasai bumi ini
Dan menghapuskan segenap keluh kesah dalam jiwa
Menumbuhkan semangat untuk tetap maju
Bersegerahlah beranjak dan berdiri
Sambutlah jiwa yang tenang ini
Dan raihlah apa yang menjadi mimpimu
Dan berjuanglah seperti embun
SASTRA DALAM SEPI
Seseorang ditakdirkan untuk mengapdi
Membuat setiap hembusan tak terbuang percuma
Namun jika kesepian ini datang mengusik
Apakah ini yang akan kita inginkan
Kuberjalan dalam lorong kecil
Kuterdiam duduk membisu dalam pelamunan
Kubiarkan tetesan embun bersahaja
Menitihkan, mengiringi sang pena berlaga
Menuliskan butir-butir kata yang terinah
Menghibur sang remaja dalam sunyi
Dengan coretan tinta hitam
Dan keteguhan hati untuk selalu tersenyum
Membayangkan segenap keindahan yang ada
Meresapinyapenuh keelokan yang damai
Seperti aliran air kecil yang mengalir
Melewati pekatnya rimbunan hutan belantara
Pastikan setiap detik takan terbuang
Hanya pena, secari kertas putih dan diriku saat ini
Menuliskan semerbak harum keindahan disana
Menganggap sunyi dan sepi adalah kawan
MATA , HATI , TANGAN
Kehidupan ini taakan pernah terulang kembali
Naluri dan roda kehidupan akan tetap bergek ke depan
Merintihpun kita waktu takan pernah peduli
Meninggalkan hari-hari esok juga
Tapi mengertilah kini..
Tentang masa yang akan datang menjelang
Dan smbut hari cerah yang berganti
Menjalani apa yang sudah tertuliakan
Mata...
Lihatlah seberapa panjang langkah ini
Merentang, seberapa kebaikan yang terbuat
Dan tengoklah.. insan yang kini mengeluh disana
Hati..
Resapi apa yang ada dalam hidup ini
Apakah kau pantas untuk berkaca
Sedangkan langkah mereka gusar
Tangan...
Bangun dan bangkitlah untuk maju
Buktikanlah pada waktu yang terus bergerak mengejar
Dan ulurkanlah tanganmu merendah
LEMBAYUNG KEHIDUPA
Pandanglah langkah tentang masa
Betapa kehidupan ini berbolak-balik
Setiap hembusan nafas akan ikut serta
Berfikir apa tujuan hidup ini sesungguhnya
Tatkalah rinai hujan menitih buaih
Dan sinar mentari berenggan untuk menyapa
Serasa hidup ini dua kali lebih memaksa
Merasakan setiap persoalan-persoalan hidup
Tatkalah malam berpijar nan apik mempesona
Dengan semerbak sinar sang rembulan
Sayup-sayup hidup kan terasa damai dalam hati
Dan terucap dalam bibir betapa indahnya hidup ini
Tatkalah badai datang tanpa pengampunan
Tak ada Bintang, Rembulan bahkan Mentari
Insan siapa yang akan tetap teguh dan bersabar
Menitih tintah dalam langkah zaman
Tapi, sadarkah engkau
Inilah hidup dan lembayung tentangnya
Terayun terombang-ambing kesana-kemari
Tapi suatu saat pastikan temukan arti hidup ini sesungguhnya
KADO TERINDAH UNTUK IBU
Saat malam datang dan menyembunyikan sinar sang mentari
sinar rembulan kelip beribu senyuman bintank
Dipelamunan pikiranku membahana luas dalam petangnya angkara
Tentang arti kata seorang IBU
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan setiap
Dan ibuku merupakansebutan yang teindah
Kata yang semerbakpenuh cinta an impian
Manis syahdu dari kedalaman jiwa
Ku tak terbayang betapa beratnya sembilan bualan
Demi penantian seorang nama yang kau idamkan ibu
Aku mengeti pngorbanan mu takkan bisa terbayarkan dengan apapun
Butir-buti cinta air mataku teringat akan semua yang kau lakukan untukku
Namun Dengan Cinta dan kasih sayang yang bersahaja kan kembangkan senyumanmu
Kata-kata indah mengalir dalam indung do’aku sebagai kado teridah
Dengan sejuta harapan dan impian kan ku bangun dalam jiwamu
Dan ku bawa semuanya terbang seperti kupu-kupu bebas menjelajah
Dan ingatlah wahai ibuku kan ku buat kau takkan pernah menyesal memilikiku
Mom you are my precious stone
Langganan:
Postingan (Atom)

